Home » Uncategorized » KOMPOSTER KOMUNAL PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

KOMPOSTER KOMUNAL PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

Sejumlah Dosen dari Program Studi Teknologi Rekayasa Pengendalian Pencemaran Lingkungan (TRPPL) (Nurlinda Ayu Triwuri, ST.,M.Eng dan Rosita Dwityaningsih, S.Si., M.Eng),  Prodi Teknik Mesin Perikanan (Oto Prasadi, S.Pi., M.Si), dan Prodi Teknik Informatika ( Eka Diah Puspitasari, S.Pd., M.Hum)  Politeknik Negeri Cilacap berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Dusun Tengah, Maos Lor Cilacap.  Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi dimana salah satu dari Dharma tersebut yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.

Peningkatan jumlah penduduk dan permukiman di dalam suatu  wilayah memberikan konsekuensi permasalahan yang cukup mendasar. Salah satu diantaranya masalah utama yang muncul dan perlu adanya penanganan secara terencana yaitu masalah sampah (Triwuri,N.A, 2014). Sampah yang  dibuang oleh masyarakat  setiap harinya berasal  dari kegiatan pertanian, pasar, rumah  tangga, hiburan dan indus­tri. Salah  satu  bentuk  sampah  adalah  sampah domestik yang merupakan salah  satu  kegiatan  rumah  tangga yang menyisakan limbah domestik  atau sampah masyarakat. Bertambahnya sampah domestik sejalan dengan perkembangan pembangunan fisik, dan pertambahan pening­katan  sarana  dan  prasarana yang memadai  (Mulasari,S.A dan Sulistyawati, 2014).

Pada pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Tim PKM Politeknik Negeri Cilacap. Perencanaan  dalam kegiatan ini meminimalisir sampah khususnya sampah organik yang ada di Bank Sampah. Kegiatan ini Tim Pengabdi memberikan  solusi dengan membuat kompos dari sampah organik dengan menggunakan media komposter ayun dan mesin pencacah sampah. Komposter ayun yang digunakan sebanyak  2 buah dengan kapasitas 120 Liter dan agar mempercepat pembusukan sampah organik menggunakan mesin pencacah sampah untuk memperkecil ukuran sampah. Penyiapan bahan yang digunakan untuk Komposter Ayun diantaranya kompos atau sekam padi sebagai stater, sampah organik, dan 20 ml Effective Microorganism 4 (EM 4) yang telah dilarutkan dalam 1 liter air. Kemudian di ayun sebanyak 5 sampai 10 kali untuk pencampuran microorgnisme. Air sampah yang tertampung dapat digunakan sebagai pupuk cair organik sedangkan pupuk organik padat masih perlu didiamkan selama kurang lebih 4 bulan.

Berdasarkan dari kapasitas komposter ayun  120 Liter sebanyak 2 buah dan memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini belum bisa menjadi solusi bagi masyarakat  dalam  meminimalisir  sampah khususnya sampak organik yang kebanyakan berasal dari rumah tangga. Tim pengabdi pun memberikan alternatif yaitu berupa alat komposter dengan media Biopot dan Takakura. Media komposter Biopot dan Takakura ini bisa didapatkan dengan mudah dan dengan biaya yang cukup murah juga. Adapun bahan dan alat  yang digunakan untuk komposter biopot adalah kompos sebagai stater, 20 ml Effective Microorganism 4 yang telah dilarutkan dalam 1 liter air,  pot, paralon tutup paralon, tanaman hias atau tanaman obat. Bahannya sama dengan biopot sedangkan alat yang digunakan untuk takakura adalah keranjang yang bagian dalamnya dilapisi kardus.

Tim Pengabdi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Bank Sampah Dusun Tengah RW 11, Desa Maoslor untuk membantu mengurangi sampah organik yang belum teratasi dengan baik. Dalam kegiatan pegabdian masyarakat ini warga Desa Maoslor, Dusun Tengah RW11 sangat antusias untuk menghadiri, mendengarkan, mengikuti dan memperhatikan pengarahan dari Tim Pengabdi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung. Beberapa tanggapan dan pertanyaan dari ibu – ibu yang ikut dalam organisasi PKK dapat membuat komunikasi menjadi dua arah dalam menyampaikan materi cara membuat kompos dengan media komposter ayun, biopot dan takakura. Ibu – ibu PKK berminat untuk mencoba membuat komposter dengan media komposter biopot, selain bisa dibuat komposter bisa  ditanami  tanaman hias atau  tanaman obat disekeliling antara paralon dan potnya dengan begitu estetika terhadap lingkungan menjadi sangat menarik. Sehingga ada beberapa biopot yang dibawa oleh ibu – ibu PKK untuk hiasan dirumah  dan sebagai tempat membuat kompos.

Media komposter ayun, biopot dan takakura memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan komposter ayun mampu menampung sampah organik dengan cukup lumayan banyak namun, kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama untuk proses pembusukan menjadi kompos. Kelebihan komposter biopot dapat memberikan kesan estetika lingkungan yang asri,  kelemahannya hanya mampu menampung kapasitas sampah organik yang sedikit sesuai dengan proporsional besarnya pot dan paralon yang digunakan. Kelebihan komposter takakura bisa menggunakan keranjang yang terbuat dari plastik, kayu, dan kardus, kelemahannya kapasitas sampah organik yang tertampung sesuai dengan ukuran keranjang yang digunakan sehingga kompos yang dihasilkan lumayan sedikit. Waktu yang diperlukan untuk pembusukan sampah organik pada komposter biopot dan takakura ini, akan berjalan sesuai dengan banyak sedikitnya kapasitas sampah organik dari tempat komposternya.

Daftar Pustaka;

Mulasari, S.A dan Sulistyawati, “Keberadaan TPS Legal dan TPS Ilegal Di Kecamatan Godean Kabupaten Sleman”,  Jurnal Kesehatan Masyarakat KEMAS 9 (2) (2014) 122-130 Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas.

Triwuri,N.A, “Model Estimasi Volume Timbulan Sampah Terhadap Peningkatan Jumlah Penduduk”, Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 1, No.1, November 2015 ISSN : 2477-2089.

#Bangga Karya Sendiri, Menghargai Karya Orang Lain

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates