Home » Uncategorized » PENINGKATAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PEMBERDAYAAN SDM GURU PAUD MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI DESA MAOS LOR, KECAMATAN MAOS, KABUPATEN CILACAP

PENINGKATAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PEMBERDAYAAN SDM GURU PAUD MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI DESA MAOS LOR, KECAMATAN MAOS, KABUPATEN CILACAP

Gambar 1. Bersama Peserta Pelatihan, Tim Pengabdian, dan Siswa/I POS PAUD Melatih, Maos Lor

Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana salah satu Dharma yang wajib dilaksanakan yaitu tentang Pengabdian Kepada Masyarakat. Pada tanggal 13-14 September 2018, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Cilacap yang beranggotakan empat dosen dengan jurusan yang berbeda yakni Betti Widianingsih, Fadhillah Hazrina, Dody Satriawan dan Ayu Pramita telah melaksanakan Pelatihan yang bertajuk Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) yang berlokasi di Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Desa Maos merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Sampang di sebelah utara, Kecamatan Kroya di Timur, Kecamatan Adipala sebelah selatan dan Kecamatan Kesugihan di sebelah barat.

Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan  dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.

Berbicara mengenai kualitas sumberdaya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan guru sebagai fokus pada reformasi system pendidikan merupakan tujuan yang wajib tercapai dalam EFA (Education for All). Sesuai laporan UNESCO dalamThe International Commission on Education for Twenty-First Century menyatakan bahwa “memperbaiki mutu pendidikan pertama- tama tergantung perbaikan perekrutan, pelatihan, status sosial, dan kondisi kerja para guru”.Sebagai wujud nyata mewujudkan amanat tersebut adalah melalui upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi berbasis alat permainan edukatif atau APE. Perlu diketahui bahwa kegiatan belajar anak di lembaga PAUD dilakukan melalui bermain. Bermain merupakan suatu kegiatan yang sangat digemari oleh anak usia dini dan kegiatan bermain pada anak pada intinya adalah proses belajar anak itu sendiri.

Alat permainan sebagai sumber belajar yang mengandung makna bahwa alat permainan tersebut dirancang, dibuat, dan dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan kepada anak dalam kegiatan bermainnya (belajar). Tujuan alat permainan edukatif sebagai media pembelajaran yang wajib dikuasai oleh tenaga pendidik PAUD adalah untuk membantu anak usia dini melatih motorik halusnya buat perkembangan kognitifnya. Adapun aspek utama alas an dilaksanakannya program pengabdian ini adalah tingginya tuntutan orang tua terhadap kemampuan membaca, menulis, berhitung, berfikiraktif dan kritis di lembaga POS PAUD Melati VII Dusun Palinggihan. Ibu Hj, Mujiati selaku perwakilan dari guru POS PAUD Melati VII menyampaikan bahwa sebagian besar orang tua di Dusun Palinggihan, Desa Maos Lor mengharapkan agar anak-anak mereka memiliki keterampilan membaca dan menulis dengan baik, serta mampu berfikir aktif dan kritis sehingga mampu merangsang imajinasi kreatif mereka untuk berkembang. Ungkapan tersebut dapat dijadikan sebagai persiapan anak memasuki pendidikan lanjut yakni Sekolah Dasar. Disamping itu rendahnya implemenatsi model pembelajaran berbentuk alat peraga edukatif yang berkualitas dan menyenangkan di lembaga TK dan PAUD. Oleh karenanya Ibu Hj. Mujiati sangat berbangga hati dan berterimakasih kepada TIM PKM Politeknik Negeri Cilacap yang sudah berkontribusi dalam bidang pendidikan PAUD, terutama POS PAUD Melati VII Dusun Palinggihan, Desa Maos Lor. Pelatihan dilaksanakan dengan pembagian kelompok APE yang akan digunakan masing-masing guru PAUD dengan melihat secara langsung pengaplikasiaan mereka kepada siswa didik. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap Sumber Daya Manusia (Guru PAUD) untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepahaman penerapan APE pada system pembelajaran di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan pelatihan diawali dengan pemberian penyuluhan dan pengenalan APE oleh Ibu Rofi’ah Akbar, M.Psi. bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru-guru POS PAUD MELATIH VII tentang pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak-anak usia dini.

Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan yang diberikan oleh Narasmber

Diakhir kegiatan program pengabdian, tim memberikan memberikan APE kepada POS PAUD MELATIH VII untuk dimanfaatkan didalam sarana dan prasarana pembelajaran siswa PAUD serta memperagakan penggunaan APE kepada pada guru POS PAUD MELATIH VII.

Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam menerapkan PP No.19 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 28 dan 29 yang menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang memadai sebagai agen pembelajar.

# Bangga Karya Sendiri, Menghargai Karya Orang Lain

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates