Home » Uncategorized » Penyuluhan Ancaman Bahaya Narkoba dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

Penyuluhan Ancaman Bahaya Narkoba dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

 

AKSI BEKEN

MAHASISWA ANTI NARKOBA YANG BERPRESTASI, KREATIF, DAN SOPAN

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)

POLITEKNIK NEGERI CILACAP

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Cilacap bekerjasama dengan DPC Himpunan Masyarakat Anti Narkoba (HIMABA) Kab.Cilacap, pada hari Jumat tanggal 17 April 2015 menyelenggarakan “Penyuluhan Ancaman Bahaya Narkoba dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan” untuk kalangan Mahasiswa dan Pelajar di Kota Cilacap. Sebagai Narasumber dalam acara tersebut adalah dari DPC HIMABA – Sdr. Barco Aldi Nugraha, Pendamping Hukum Polres Cilacap – Bpk. Sumarno, Budayawan Cilacap – Drs. Musa Ahmad M.Si.

Pada penyelenggaraan kali ini, BEM PNC mengundang antara lain : Bupati Cilacap, Dandim, Kapolres, Danlanal, Ka.BPJS, Camat Cilacap Selatan, Disdikpora dan tamu undangan lainnya seperti : Mahasiswa PNC, Karyawan PNC, Mahasiswa dan Pelajar Kota Cilacap.

Penyalahgunaan narkoba pada akhir-akhi rini dirasakan semakin meningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun.

Berangkat dari fakta diatas sudah dapat dipastikan bahwa dampak penyalahgunaan Narkoba telah dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Dampak langsung dari penyalah gunaan narkoba ,ada tiga pilihan. Bagi para pengguna Narkoba yang pertama mati, kedua penjara dan ketiga menjadi gila apabila tidak ingin menghentikan kebiasaan buruknya menyalahgunakan NARKOBA. Tentunya kita tidak ingin hal tersebut terjadi paling berbahaya dan mematikan dan belum ada obatnya sampai hari ini yaitu HIV/AIDS juga salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian oleh pengguna NARKOBA, selain itu penurunan prestasi bagi anak sekolah akibat penyalahgunaan NARKOBA merupakan dampak buruk yang tidak bisa ditawar-tawar karena generasi muda merupakan tonggak masa depan bangsa kita kelak.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 1,1 juta para penggunanya pada usia produktif (usia 10 – 59 tahun) Diantaranya dari Pelajar dan Mahasiswa. Sejak 2010 sampai 2013 tercatat ada peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang menjadi tersangka kasus narkoba. Pada 2010 tercatat ada 531 tersangka narkotika, jumlah itu meningkat menjadi 605 pada 2011. Setahun kemudian, terdapat 695 tersangka narkotika, dan tercatat 1.121 tersangka pada 2013. Bila kita tidak segera bertindak dengan serius dan cepat, dampak buruk dan kerugiannya akan semakin besar lagi.

Berdasar kondisi tersebut maka upaya adalah :

Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat mendesak untuk terus digencarkan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa selain orang tua,  masyarakat dan media, peran negara sangat dibutuhkan dalam kehidupan social “yang sehat”, dalam hal ini kehidupan pelajar. Dari sinilah, komitmen kami selaku panitia, untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kami dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Politeknik Negeri Cilacap  bekerjasama dengan pihak lain dalam mensukseskan SAFARI PENYULUHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA yang diselenggarakan di Aula Politeknik Negeri Cilacap.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates