Home » Uncategorized » SOSIALISASI OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASI OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA

ombudsman1Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan Sosialisasi Ombudsman ke Politeknik Negeri Cilacap. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Politeknik Negeri Cilacap, pada hari Kamis, tanggal 30 April 2015 dan dihadiri sebanyak 50 Mahasiswa dari tiga Jurusan termasuk beberapa perwakilan dari Karyawan/ti/ Dosen Politeknik Negeri Cilacap. Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Cilacap Soedihono, Dipl.Ing.,ST.,MT menyampaikan bahwa “Politeknik Cilacap, secara resmi menjadi Politeknik Negeri pada tanggal 6 Oktober 2014 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono bersamaan dengan 11 Perguruan Tinggi lainnya di Surabaya. Politeknik Negeri Cilacap sebagai Institusi Pendidikan memiliki tugas Pokok yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.  Hingga saat ini, Politeknik Negeri Cilacap telah meluluskan 4 (empat) ombudsman2angkatan, dari empat angkatan yang diluluskan, hampir 90% sudah terserap didunia kerja dan sisanya ada yang berwiraswasta. Mahasiswa aktif PNC saat ini sebanyak 500 mahasiswa. Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, Politeknik Negeri Cilacap, telah cukup berhasil dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, dalam hal ini Mahasiswa. Oleh karena itu kehadiran Ombudsman ke Politeknik Negeri Cilacap untuk melakukan sosialisasi tentang ombudsman, kami sambut dengan senang hati. Kehadiran Ombudsman akan memberikan pengertian, pengetahuan dan pengalaman baru bagi kita (PNC), terutama kepada seluruh tenaga Pendidikan dan Kependidikan PNC supaya terus memperbaiki dan meningkatan mutu pelayanannya. Bagi mahasiswa tentunya hal ini merupakan hal yang baru, sehingga manakala di Kampus ataupun dilingkungan masyarakat penyelenggara layanan public ditemukan penyimpangan, mahasiswa sudah tahu dan mengerti kemana harus menyampaikan aduan atau laporan.

Sementara itu Nurkholis dari Ombudsman RI mengatakan bahwa Istilah Ombudsman itu berasal dari Bahasa Swedia, dan Istilah Ombudsman telah dipakai diseluruh dunia. Ombudsman Republik Indonesia (disingkat ORI) sebelumnya bernama Komisi Ombudsman Nasional adalah lembaga negara di Indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum Milik Negara serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia yang disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal 9 September 2008.

Upaya pembentukan lembaga Ombudsman di Indonesia oleh pemerintah dimulai ketika Presiden B.J. Habibie berkuasa, kemudian dilanjutkan oleh penggantinya, yakni K.H. Abdurrahman Wahid. Pada  masa pemerintahan K.H. Abdurrahman Wahid lah disebut sebagai tonggak sejarah pembentukan lembaga Ombudsman di Indonesia. Pemerintah pada waktu itu nampak sadar akan perlunya lembaga Ombudsman di Indonesia menyusul adanya tuntutan masyarakat yang amat kuat untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan penyelenggaraan negara yang baik atau clean and good governance.

Presiden K.H. Abdurrahman Wahid segera mengeluarkan Keputusan Presiden nomor 55 tahun 1999 tentang tim pengkajian pembentukan lembaga Ombudsman. Menurut konsideran keputusan tersebut, latar belakang pemikiran perlunya dibentuk lembaga Ombudsman Indonesia adalah untuk lebih meningkatkan pemberian perlindungan terhadap hak-hak anggota masyarakat dari pelaku penyelenggara negara yang tidak sesuai dengan kewajiban hukumnya, dengan memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat yang dirugikan untuk mengadu kepada suatu lembaga yang independen yang dikenal dengan nama Ombudsman.

Pada bulan Maret 2000, K.H. Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 tentang Komisi Ombudsman Nasional, sehingga mulai saat itu,  Indonesia memasuki babak baru dalam sistem pengawasan. Demikianlah maka sejak ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 pada tanggal 10 Maret 2000 berdirilah lembaga Ombudsman Indonesia dengan dengan nama Komisi Ombudsman Nasional. Menurut Kepres Nomor 44 Tahun 2000, pembentukan lembaga Ombudsman di Indonesia dilatarbelakangi oleh tiga pemikiran dasar sebagaimana tertuang di dalam konsiderannya, yakni:

  1. Bahwa pemberdayaan masyarakat melalui peran serta mereka melakukan pengawasan akan lebih menjamin peneyelenggaraan negara yang jujur, bersih, transparan, bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme;
  2. Bahwa pemberdayaan pengawasan oleh masyarakat terhadap penyelenggaraan negara merupakan implementasi demokrasi yang perlu dikembangkan serta diaplikasikan agar penyalahgunaan kekuasaan, wewenang ataupun jabatan oleh aparatur dapat diminimalisasi;
  3. Bahwa dalam penyelenggaraan negara khususnya penyelenggaraan pemerintahan memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap hak-hak anggota masyarakat oleh aparatur pemerintah termasuk lembaga peradilan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan.

Kemudian untuk lebih mengoptimalkan fungsi, tugas, dan wewenang komisi Ombudsman Nasional, perlu dibentuk Undang-undang tentang Ombudsman Republik Indonesia sebagai landasan hukum yang lebih jelas dan kuat. Hal ini sesuai pula dengan amanat ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor/MPR/2001 tentang rekomendasi arah kebijakan pemberantasan dan pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang salah satunya memerintahkan dibentuknya Ombudsman dengan Undang-undang. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 2008 ditetapkanlah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman Republik Indonesia. Setelah berlakunya Undang-Undang Ombudsman Republik Indonesia, maka Komisi Ombudsman Nasional berubah menjadi Ombudsman Republik Indonesia. Perubahan nama tersebut mengisyaratkan bahwa Ombudsman tidak lagi berbentuk Komisi Negara yang bersifat sementara, tapi merupakan lembaga negara yang permanen sebagaimana lembaga-lembaga negara yang lain, serta dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan kekuasaan lainya.

Lalu apa tugas dari Ombudsman ?

Tugas Ombudsman Republik Indonesia adalah:

  1. Menerima Laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  2. Melakukan pemeriksaan substansi atas Laporan.
  3. Menindaklanjuti Laporan yang tercakup dalam ruang lingkup kewenangannya.
  4. Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  5. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga negara atau lembaga pemerintahan lainnya serta lembaga kemasyarakatan dan perseorangan.
  6. Membangun jaringan kerja.
  7. Melakukan upaya pencegahan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  8. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh undang-undang.

Bagaimana cara melaporkan dan apa prosedurnya?

  1. Datang langsung ke kantor Ombudsman RI dan atau kantor perwakilan Ombudsman RI terdekat (DIY)
  2. Mengirimkan surat melalui Faksimili, Email atau Pos
  3. Website Ombudsman RI
  4. Telepon
  5. SMS Pengaduan : 0838 4055 1100
  6. Email : ombudsman.yogyakarta@gmail.com

Siapa saja yang boleh melapor?

Setiap Warga Negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara RI maupun yang diluar wilayah Republik Indonesia, berhak menyampaikan laporan kepada Ombudsman.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates