Home » Uncategorized » UJI COBA ENERGI MANDIRI TENAGA SURYA DAN ANGIN ‘E-MAS BAYU” DUSUN BONDAN – DESA UJUNG ALANG KECAMATAN KAMPUNG LAUT CILACAP

UJI COBA ENERGI MANDIRI TENAGA SURYA DAN ANGIN ‘E-MAS BAYU” DUSUN BONDAN – DESA UJUNG ALANG KECAMATAN KAMPUNG LAUT CILACAP

Berkenaan dengan adanya tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) terhadap daerah pengembangan masyarakat yang ada di Dusun Bondan Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat didaerah tertinggal, PT. Pertamina RU IV Cilacap, menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Tenaga Angin atau yang dikenal dengan nama programnya yaitu E-Mas Bayu ( Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin) dengan kapasitas 12KW.

Hari ini, Selasa tanggal 5 Maret 2019 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan kunjungan kerja ke Dusun Bondan, Desa Ujungalang Kecamatan Kampung Laut dalam rangka peresmian dan uji coba E-Mas Bayu ( Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin) yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Tenaga Angin dengan kapasitas 12KW.

Kebutuhan listrik di Kecamatan Kampung Laut masih sangat terbatas.  Dengan Jaringan Listrik yang ada, belum mencukupi kebutuhan.  Menyikapi hal tersebut, pemerintah menjadikan Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, sebagai uji coba dalam mengembangkan pembangunan lima Kincir Angin dan 24 Solar Cell berkapasitas 12KW.  Dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sudah bisa mengalir 37 rumah.  Dengan pengembangan pembangunan tenaga surya dan angin yang dihasilkan dari panel surya tersebut, bisa digunakan untuk meningkatkan hasil produksi tangkapan ikan (tambak ikan) agar kualitas ikan tetap terjaga dan memiliki stock yang cukup.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, saat kunjungannya ke Kampung Laut mengatakan, Dusun Bondan yang berada di area Segara Anakan merupakan area yang cukup unik. Menurut dia, program ini bisa menjadi model pembangkit listrik tenaga surya dan angin, karena didaerah seperti Kampung Laut, sangat mungkin dikembangkan PLTS “ setelah saya lihat, sistemya menggunakan teknologi hybrid.  Sistem ini tidak mengharuskan masuk ke jaringan PLN” ungkapnya. Dia mengungkapkan, sistem ini sudah banyak berhasi dilakukan di luar negeri.  Oleh karena itu dia meminta kepada Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk membawa proyek yang dijalankan oleh Pertamina ini ke tingkat nasional.

“ Kita akan lihat perkembangannya terlebih dahulu,  Apakah melalui BUMDesa atau Koperasi” imbuhnya.

Ekosistem rawa yang ada di Segara Anakan, tuturnya ada vegetasi alam yang mampu dengan cepat menyerap air. “Saya kira, saya baru paham kenapa Segara Anakan begitu terkenal, karena banyak keunikannya dan ada banyak yang bisa dikembangkan, Dan tadi saya juga sudah berdiskusi sedikit dengan Tim dari Politeknik Negeri Cilacap nantinya dengan prodi Pertaniannya, pungkasnya.

Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif mengatakan, PLTS dengan kapasitas 12KW, bisa berdampak pada penurunan emisi gas . Dikatakan, program ini memanfaatkan sumber daya alam melalui teknologi hybrid one pole atau perpaduan antara panel surya dan kincir angin. Program ini pula mampu membentuk kelompok baru pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) dengan kemampuan pengelolaan listrik.  “Program ini telah menghasilkan produk yang unik dan belum ada di pusat, yang pemanfaatannya merupakan sisa hasil pengolahan tambak menjadi produk bernilai ekonomis” pungkasnya.

GM Pertamina RU IV Cilacap Joko Priyono mengatakan PLTS di Dusun Bondan merupakan tahap pertama dengan kapasitas 12000 KW. Diharapkan nantinya akan bisa bertambah “ Dari PLTS ini perumah bisa mendapatkan 450 watt” ujarnya.(Humas PNC)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates